Letter for My Love Part 1

It is has been 7 years we life together honey.

Day by day, we build our family as a team. I know you are very tired to keep our children Besta and Calla.

I would like to say apologize for all the matter i left you due to this life requirement.

I hope our children understand why their dad not with them everyday.

I hope this test will pass, and we will able to hold again each other.

All of you are my destiny, my future, and my motivation everytime to through every second of my live.

Please keep your smile always wide for me.

Honey, thanks for take care our children.

My pray for all of you.

Your husband

Milikilah dengan Cinta

Apakah cinta itu?

Pengalaman penulis, cinta adalah dimana kita pikiran dan hati kita tidak lepas dari sesuatu. Ingin selalu dekat, dan tidak mau jauh dari sesuatu itu.

Sesuatu itu bisa wanita, harta, jabatan, dan yang lain apapun itu.

Namun apakah anda sadar bahwa tidak semua yang kita cintai itu bisa dimiliki.

Contoh, seorang pelajar sungguh suka dengan ilmu teknik, namun mengingat kemampuannya dan kalah bersaing dengan yang lain, dia tidak bisa merengkuh kuliah teknik.

Tapi, jika sesuatu yang tidak begitu ia sukai harus ia miliki, maka milikilah dengan cinta.

Contoh, akhirnya pelajar tersebut harus berjibaku dengan ilmu ekonomi, yang notabenenya tidak begitu ia sukai. Maka ilmu ekonomi itu sebaiknya dimiliki dengan cinta.

Bagaimana menurut anda?

Hampir Gila

Kisah Nyata dari Pengalaman Penulis Blog ini

Apakah anda pernah hampir sedikit menuju kematian atau kah anda hampir sedikit lagi menjadi gila?

2002/2003, umurku waktu itu baru 21 atau 22 thn. Cukup muda, cukup ingin tertantang, dan cukup pny sifat ugal2an, congkak, sombong, dll… sst sensor, tidak boleh ditiru.

Aku termasuk anak yg suka akan buku, penuh rasa penasaran, namun lucunya tidak kuat membaca buku tebal-tebal.

Suatu ketika, aku coba mencari buku, dan alangkah kagetnya aku temukan “Kamu tau itu apa”. Cukup tipis, hanya 1.5 cm aku pikir, dengan cover berwarna kuning (sengaja penulis hapus dari memory judul buku tersebut).

Begitu pulang ke kontrakan, dengan rasa penasaranku yg tinggi aku lumat habis halaman pe halaman, namun walaupun tipis, buku itu cukup menguras kepalaku.

Ya, isi buku itu adalah mempelajari apa yg sebetulnya di luar akal manusia. Buku itu mempelajari who is GOD!

Pikiranku terus tersita dalam keheningan gelap hitam tatanan tata surya, mencoba menggapai NYA. Namun tidak terbayangkan ketika tiba-tiba kepalaku terasa pusing dan seperti ada pisau tajam dalam kepalaku.

Perasaan itu membuatku hampa, hati ino terasa bukan apa-apa. Seperti terhipnotis, aku raih pisau dan kutancapkan dalam jantungku.

Satu detik ketika tanganku mencoba untuk menekan batang pisau itu, tiba-tiba memoriku teringat ibu bapakku. Saat itu pula, ku batalkan niatku.

Aku seperti sudah gila waktu itu. Tengkuk terasa kaku, mata tidak terfokus, linglung hampir menuju kematian.

Kuputuskan aku pulang untuk minta saran orang tua ku.

Akhirnya sesampai di rumah, kuceritakan semuanya, saat itu pula, aku di bawa orang tua ke orang pintar yang tidak lain adalah pamanku sendiri.

Setelah menceritakan panjang lebar, paman memberi sugesti

“Jangan mempelajari sesuatu yang di luar akal kemampuan manusia”

Satu kalimat itu cukup menyadarkanku, bahwa manusia ada batas kemampuan dan ada suatu ilmu yg hanya di miliki NYA.

Jadi, buat apa penulis buku itu membuat buku seperti itu?

Sehabis itu, yg aku lakukan adalah santai, santai, dan santai.

Pengalaman yang cukup fenomenal dari kekuatan sebuah buku.